PUNX yang kebanyakan kita kenal pada dasarnya tidak hanya terbatas pada jenis musik atau genre saja yang memainkan beat keras menghentak dengan speed drum tak berirama. Jika ditinjau dari sejarahnya, PUNX merupakan awal perjuangan kaum minoritas dan termarjinalkan yang banyak diabaikan penguasa. PUNX terlahir sebagai sebagai satu bentuk perlawanan terhadap sistem yang tak lagi sehat dan selalu berpihak pada kaum borjuis dan bermodal yang selalu didukung oleh penguasa “kapitalisme”. Gerakan yang diawali dan diusung oleh kaum muda yang kritis dalam melihat keadaan dan permasalahan sosial yang terjadi dipicu kerena permasalahan ekonomi dan keuangan serta kemerosotan moral para elit politik sehingga memicu terjadinya tingkat kriminalitas dan angka pengangguran.
Menghadapi permasalahan – permasalahan yang ada, dan dengan melihat permasalah dan tujuan yang sama maka kaum muda dan pekerja serta kaum termarjinalkan memiliki semangat yang sama. Perlawanan yang dilakukan PUNX dengan caranya sendiri, yaitu dengan cara berkreasi dan berseni melalui sindiran – sindiran nada menghentak penuh semangat hingga tak segan – segan mengeluarkan kata – kata kasar (sekali lagi dalam bentuk seni), melakukan dan berusaha sendiri yang dikenal dengan kata D.I.Y atau “ do it yourself”dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan PUNX.
PUNX, sub budaya yang awalnya terlahir di London Inggris. Pada awalnya PUNX selalu dikacaukan oleh golongan Skinhead atau ada juga yang menyebutnya Bondhead. Namun, sejak tahun 1980-an PUNX merajalela di Amerika Serikat. Disinilah PUNX dan Skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama yaitu dari aspek semangat juang dengan satu permasalah yang dihadapi pada sebuah sistem yang dianggap tak lagi sehat. Budaya perlawanan kaum minoritas yang diabaikan, budaya kebersamaan, budaya mandiri, budaya berpenampilan yang sangat dikenal dengan style hitam-hitam, sepatu boots, spike, jaket kulit dan spikey hair atau mowhak dan menolak kapitasme. Gerakan dan budaya perlawanan PUNX yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves dan kemandirian tanpa tekanan (pembebasan) baik pembebasan secara ideologis, pikiran dan hal – yang membelenggu. PUNX tak hanya berbicara mengenai hal – hal yang mencakup sosial dan budaya saja. Hal ini dapat dilihat dari lirik - lirik lagu yang dibuatnya, yang mencakup segala aspek seperti ; sosial, budaya, ekonomi, politik, ideologi hingga agama.
Ideologi perjuangan PUNX merupakan ideologi pembebasan atau kebanyakan dari kita menyebutnya sebagai Anarki, Anarkis atau Anarkisme. Dalam hal ideologi pun banyak menuai pro dan kontra, karena hal ini disebabkan kesalah pahaman dalam penafsiran dari makna sebuah Anarkisme. Anarkisme dipandang sebagai ideologi yang cenderung merusak tanpa aturan oleh kebanyakan dari mereka. Menurut William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, Anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri. Tirani dalam suatu sistem yang cenderung menindas kaum minoritas, diktator dan memaksakan kehendak atas sebuah kepentingan daam suatu sistem dan negara dan lainnya dianggap sebagai bentuk penjajahan maka diperlukannya sebuah pembebasan. Dan PUNX merupakan perjuangan dari kami kaum minoritas dan termarjinalkan dalam upaya pembebasan, baik pembebasan dalam kehidupan, berpikr, berseni dan berkreasi, berideologi serta dalam segala hal.
Banyak yang salah mengartikan PUNX sebagai perusuh dan identik dengan tindak kriminal, hal tersebut memang tak bisa dipungkiri oleh kami “PUNX” karena memang itulah yang ada dipersepsi masyarakat umumnya. PUNX pada dasarnya memiliki nilai – nilai positif dengan tak mengindahkan dan mengganggu ketertiban umum meski tak sedikit pula ada yang melakukannya tetapi itu semua tergantung dari individunya dan sekali lagi itu BUKAN PUNX. Karena kami “PUNX” menjunjung tinggi kebebasan dan wilayah pribadi individu sejauh itupun tak mengusik kami.