Cerita ini hanya fiktif belaka, jika terjadi kesamaan nama tokoh, dialog, tempat dan kesamaan pengalaman spiritual itu hanya kebetulan saja.

Minggu, 14 november 2010-11-14

Hari ini memang mungkin hari irit sedunia karena Tuhan pun enggan menghamburkan pulsanya untuk menghubungi hamba – hamba-Nya hari ini, begitu juga dengan para pengawal setia-Nya yang tak diberi sedikit transport dan uang saku untuk memberi sedikit hidayah serta pencerahan pada kita semua. Entah memang tak cukup pulsa untuk menelpon atau memang Tuhan tak bergairah untuk bicara hari minggu ini. Atau mungkin Tuhan sedang liburan sehingga tak ingin diganggu oleh siapapun (kaya gayus aja).

Sebuah jalan tengah untuk tetap bekomunikasi dengan para hamba-Nya ditempuh dengan cara SMS atau anak jaman sekarang bilang semeses-an.  Bekerja sama dengan bakrie yang hanya satu rupiah per satu karakter, (cukup hemat bukan !). Meski menggunakan produk telpon seluler buatan cina  yang banyak kita caci tetapi sangat kita nikmati keberadaannya. Kira – kira begini bunyi SMS singkat, padat dan sedikit konyol ;

Minggu cerah namun sedikit kelabu tiba – tiba

titit…titit…titit..

eh salah tidit…tidit…

kalo TITIT ga enak dibacanya…

Tuhan : Wahai hamban KU yang selalu mempertanyakan eksistensi serta keberadaan KU. AKU sangat senang jika engkau selalu begitu kepada KU.

Aku : Memang kenapa begitu ya Tuhan.

Tuhan : Karena dengan begitu engkau memanfaatkan setiap energi dan akal serta pikiran yang KU berikan pada mu dan AKU sangat mencintai orang yang selalu berfikir.

Oh iya, Gimana kabar paru – paru mu hari ini, Apakah gumpalan wedus gembel masih dapat menari sela – sela dihembusan produk bernikotin yang kau cintai itu?

Aku : Hahaha…Ya, kira – kira begitulah adanya. Aku hanya mempertahankan senyum mereka “karyawan pabrik rokok” ditengah keluarganya.

Tuhan : O….

Aku : Bulet…

Tuhan : Bukan, tapi lingkaran.

Aku : Au ah…

Tuhan : Ha…ha…ha… ngambek !

Aku : ????

Tuhan : Tak apa.. AKU bangga dengan mu, walau banyak orang yang sangat mencintai KU tetapi mempermainkan KU, sangat berbeda dengan mu…

Aku : Terus ?

Tuhan : Yaelah Teras- terus kaya tukang parikr aja.

Aku : Plissss dong ah… lebay deh !

Tuhan : hehehe,… Anak mana tu lebay ?

Aku : Aaanak setannnnnnn…

Tuhan : !

Aku : ?

Tuhan : Yaaaa karena mereka yang mengerti dan taat kepada KU hanya untuk mencari keuntungan saja dengan menjual produk yang tak pernah KU publikasikan bahkan tak sedikit pun KU promosikan lewat TV dan radio lokal.

Aku : Memang kenapa ? Oya ngomongin setan, emang dia bener ada apa ?

Tuhan : Tidak…

Aku : Maksudnya ?

Tuhan : Ya…Karena AKU hanya menciptakan Iblis, malaikat dan engkau saja. Sedangkan setan hanya ada dalam benak mu “ mahluk kecil yang mencoba menjawab semua tanya KU”

Aku : Lalu kenapa engkau selalu bermain – main dengan takdir kami dan setiap eksistensi kami dan engkau ?

Tuhan : Iseng aja.

Aku : maksudnya ????

Tuhan : Ya iseng – iseng aja.

Aku : Dengan cara mengorbankan gitu…

Tuhan : Hehehe… Soalnya malaikat cuma bisa patuh dan tunduk saja sedangkan iblis kerjanya  hanya membangkang pada KU saja.

Ya dari pada iseng AKU buat saja manusia sebagai boneka rekayasa genetika antar keduanya Aku: Aku tak mengerti maksud MU ya Tuhan.

Tuhan : Engkau pun sebenarnya telah mengerti, tetapi engkau ingkar dengan keberadaan mu dan eksistensimu.

Aku : -

Tuhan : Teka – teki…

Aku : Maksudnya permainan ?

Tuhan : Ya sebuah permainkan kecerdasan yang menggunakan kolom mendatar dan menurun. Itu aja.

Aku : …”!!?!”

Aku: Apa bisa ditawar tu peraturannya.

Aku: Kenapa, tidak kan kami yang bermain sekaligus korban.

Tuhan : Karena AKU menganut dua pasal.

Aku : Apa tu ?

Tuhan : Pasal (1) tuhan selalu benar dan Pasal (2) Jika AKU salah lihat pasal (1)

Aku : Kampret…

Tuhan : Hahahaha…

Aku : Salamikum…

Tuhan : Ga usah pake salam segala kalo lagi ngambek.