Antara Aku, Tuhan, Malaikat dan Iblis serta Orang Sok Suci
Antara Aku, Tuhan, Malaikat dan Iblis serta Orang Sok Suci
(Sebuah Kontfontasi Partikel – Partikel Lemah Tehadap Eksistensi Tuhan)
Bagian I
Sebelum membaca cerita ini, dianjurkan anda sudah membaca cerita terkait :
Ø Antara Aku dan Tuhan
Ø Antara Aku dan Malakiat
Ø Antara Aku dan Iblis
Ø Antara Aku dan Orang Sok Suci
Cerita ini hanya fiktif belaka seandainya terjadi kesamaan atas cerita dan unsur didalmnya maka ini hanya sebuah kebetulan saja dari sebuah pengalaman spiritual yang dialami.
Pada suatu hari terjadi sebuah perdebatan dan perkelahian yang nyaris saja memicu terjadinya pertumpahan darah antar dua anak manusia yang telah bersahabat cukup lama dan harus berkelahi demi memperebutkan seorang wanita tuna susila di sebuah kedai lusuh berdindingkan bilik bambu disebuah lokalisasi pinggir jalan. Yang sangat kebelutan sekali letak kedai remang – remang dilokalisasi tersebut tidak jauh dari sebuah pusat kegiatan belajar agama. (Surga – Neraka dibatasi tabir nafsu).
Kedua sahabat tersebut saling memaki, menghardik bahkan hingga keluar ancaman – ancaman untuk saling menghabisi nyawa pesaing nafsunya satu sama lain. Demi sebuah nafsu dan ambisi semu semata, retaklah sebuah persahabatan yang telah dibangunnya sekian lama dan tak pernah pudar diterjang oleh nilai materi dan satus sosial yang mewarnai keduanya. Dan kini, persahabatab harus direlakan hancur karena seorang wanita tuna susila yang jelas – jelas tak lagi orisinil dan menjajakan cintanya demi lembaran – lembaran rupiah. Mencumbu indahnya malam dipelukan banyak laki – laki yang membutuhkan belaian dan surga semu wanita cinta sesaat.
Semua itu berawal dari sebuah guyonan dan bercandaan kedua sahabat karib yang tak sengaja atau dengan sengaja dan keduanya terperangkap dalam sebuah permainan hitam wanita yang hanya membutuhkan nilai rupiah dari setiap pelanggan yang meminta untuk menemaninya. Kedua sahabat yang tengah dipengaruhi minuman beralkohaol serta kerja otak yang tak lagi sehat dan nafsu dibalik celana dalamnya terjebak dalam sebuah belaian – belaian mematikan seorang wanita yang membakar birahinya itu. (Oh tiiiiiiiiiiiiiddaaaaaaaaakkkk…..!!!! Teriak ku.)
Laki – laki 1 : Anjing lu … Kan gw duluan yang liat… (Maki sahabat 1 pada temannya).
Laki – laki 2 : Lu, yang anjing…. (Balasnya).
Laki – laki 1 : Kan gw duluan yang liat… (Jelasnya).
Laki – laki 2 : Ya, gw tau…tapi kan gw yang ngerayu ? (Elaknya).
Laki – laki 1 : Ya, tapi dia kan maonya sama gw … Ngaca dong lu ! (Hardiknya).
Laki – laki 2 : Eh, jaga tu mulut… Lu tu yang ngaca… Gw kemari aja uda abisin kaca dua… (??)
Laki – laki 1 : Pantesan aja cw – cw ga ada yang mao sama lu… Tiap ngaca aja kaca pada retak kacanya… (Jelas sahabat bangsat trersebut).
Laki – laki 2 : Eh, lu ga sadar apa… Masih mending gw ngabisin dua kaca, dari pada lu,.. uda tiga kaca retak setiap abis lu ngaca… (!!!)
Laki – laki 1 : Alahhh persetan, pokok nya gw duluan yang liat… (Tak mau mengalah).
Sambil memaki, kedua sahabat tersebut berpelukan layaknya teletubies… Sisela – sela erat pelukan sahabat tersebut terselip pukulan – pukulan mematikan antar sesama ditengah caci dan maki keduanya.
Laki – laki 1 : Anjing lu… Gw matiin lu !!!
Laki – laki 2 : Setan lu …
Laki – laki 2 : Mampus lu….
Laki – laki 1 : Lu yang gw mampusin …
Karena dianggap rusuh dan anarkis dimana keduanya saling memaki dan memukul, akhirnya kedua sahabat tersebut diusir keamanan pihak warung tersebut keluar.
Laki – laki 2 : Jangan ikut campur lu… Ini urusan gw… (Sambil tangannya meronta untuk dipisahkan).
Laki – laki 1 : Iya, lu urusin aja keluarga lu yang metal – metal… (Sambutnya dengan kesal).
Laki – laki 2 : Kampret lu … (Maki keamanan).
Laki – laki 1 : Gw matiin lu… (Ancam sahabatnya).
Laki – laki 2 : Mang gw tipi butut (TV) dimatiin… (Elaknya).
Keamanan : Eh, lu dasar ga tw trimakasi, uda minum disini, pake ribut gara gara jablay lagi… (Tandasnya).
Laki – laki 1 : Diem aja lu ga usa ikut campur ! (Ancamnya).
Keamanan : Gimana gw ga ikut campur… Lu ribut didaerah jajahan gw. KAMPRET !!! (Jelasnya).
Dengan sedikit paksaan akhirnya kedua laki – laki tersebut berhasil disiram keluar oleh keamanan tak berseragam tersebut. (eh salah disuruh keluar… Kaya si kuning yang mengambang aja disiram). Diluar pun mereka tetap meneruskan perkelahian yang belum selesai didalam. Perkelahian yang berlangsung rusuh dan mengundang perhatian orang sekitar. Akhirnya dilerai dengan seorang teman ku MURTADO, seorang so alim namun sedikit brengsek juga… Dan anehnya kedua laki – laki tersebut mengikuti apa yang disarankan Murtado tersebut.
Murtado adalah seorang teman baik ku yang sedikit alim namun banyak brengseknya dan yang sangat pintar menyembunyikan krengsekannya dengan cara berdalil (menjual ayat Tuhan) dan berdalih (ngeles kaya tukang bajaj). Dengan sok pahlawannya Murtado coba melerai keduanya.
Murtado : Sudah – sudah jangan berkelamin,… (!!!)
Laki – laki 2 : Apa lu kata (Tegasnya).
Murtado : Oya, salah … Jangan berkelahi maksudnya… Ya mangap… tu kan salah lagi maap maksud saya (Dengan sedikit gaya khas yang sedikit nyeleneh).
Murtado : Ada apa si sebenernya sama kalian… Bukannya kalian ini bersabat ya kan? (Tanya nya).
Laki – laki 2 : Ya bang… (Sedikit malu). Maklum aja laki – laki 2 gede kemaluiannya… oh gede malunya maksudnya.
Laki – laki 1 : Ga, Sape juga yang temenan (Elak sahabat satunya).
Murtado : Panggil gw Murtado aja… Tapi yang lengkap ya… Jangan Tad .. Ntar disangka murtad lagi… He….
Laki – laki 1 : Ya bang… Gw uda tau (Jelasnya).
Murtado : Oya lu tau dari mana nama gw murtado (Jelas dan tanya nya).
Laki – laki 1 : Kan abang terkenal bang kaya bintang film (Jelasnya)
Murtado : Masa si!!! (Dengan GR nya).
Laki – laki 2 : Ya bang bintang film porno … He… (Candanya).
Laki – laki 1 : -
Murtado : !!!! ????
Laki – laki 2 : -
Murtado : Kenapa ribut – ribut … (Tanya nya).
Laki – laki 2 : Biasa tad, eh bang, gara – gara cewe (jelasnya dengan malu).
Murtado : O.. tapi ko mulut kalian bau minuman (Tudingnya).
Laki – laki 1 : Ya bang… Kita minum sedikit tadi
Murtado : Kalian tau ga, .. ? Klo minuman beralkohol itu minuman setan (Dengan so’ sucinya menggurui kedua laki – laki tersebut).
Mendengar namanya disebut – sebut dan merasa tak terima namanya disebut – sebut oleh Murtado dan dianggap sebagai penyebab keonaran, maka iblis muncul ditengah – tengah mereka (Mutado dan kedua laki – laki) untuk memprotes sikap Murtado.
Muncullah Sang Iblis.
Iblis : Woy… Manusia ga tau diri… Nagapain lu bawa – bawa nama gw… (Makinya pada Murtado).
Laki – laki 1 dan 2 : !!!! (Menggaruk – garuk kepala).
Murtado : O… Saudara tua… Ada apa ni repot – repot dateng jauh – jauh ?? (Coba Meredam marah Sang Iblis dengan sedikit senyum).
Iblis : Lu bilang secara ga langsung gw yang nyebabin mereka berantem kan ?? (Jelasnya).
Laki – laki 1 : Ko jadi kalian yang ribut si… (Tanya nya dengan bingung).
Murtado : Ga ko, tenang aja…Emang begini ni gaya becanda sodara lama gw… (Coba menghibur kedua laki – laki tersebut).
Iblis : Eh, kampret… Gw ga terima aja gw dituduh sebagai penghasut ributnya sama retaknya hubungan kalian yang jelas – jelas itu gara – gara cewe (Pernyataan Iblis pada semua).
Laki – laki 2 : Ooooo……………. (Bejo “Bengong Jirok”).
Laki – laki 1 : Waduh jadi lebar ni masalahnya…
Murtado : Tenang aja coy (Sembari menghibur diri).
Laki – laki 2 : Ya … kita ga ikutan ah bang…. (Jelas kedua sahabat saling menutupi satu sama lainnya).
Iblis : Tenag aja.. Gw ga marah ama lu bedua setan – setan kecil … (Jelasnya sama kedua laki – laki tersebut).
Laki – laki 1 dan 2 : -
Iblis : Mao lu apa si tad,…Udah lu jangan pura – pura… pake bilang itu minuman gw segala…
Murtado : Ga ko, gw Cuma pengen nyadarin mereka aja klo alkohol itu haram … (Jelasnya dengan so’ suci).
Iblis : Buat siapa ?? (Tanya nya).
Murtado : Buat anak kecil… Hehe… (Candanya).
Laki – laki 1 : Sial kita dibilang masih kecil !! (Tegasnya pada sahabatnya).
Laki – laki 2 : Ya padahal kita udah bisa bikin anak kecil ya…. (Candanya pada sahabatnya itu). Seolah telah tersadar dari pengaruh alkohol.
Iblis : Anak kecil yang udah bisa bikin anak kecil ya ade – ade … (Ejek Sang Iblis).
Laki – laki 1 dan 2 : -
Murtado : !!!
Iblis : Uda lah ga usah ribut disini, mending kita tanya Tuhan aja… Siapa penyebab semua keonaran ini… Apa malaikat ikut andil atau jangan – jangan masalah ini ada ikut campur tangan Tuhan disini… (Coba memberi sebuah solusi pasti).
Laki – laki 1 : Terus sama kita gimana bang ???
Murtado : Lu berdua pulang, cuci kaki – cuci tangan trus nenen gi sama mama lu …. (Dengan jengkelnya).
Iblis : Ya udaah ntar gw telpon Wahidil untuk buatin proposal seminar kita sama Tuhan….
Murtado : Yah dia lagi…. (Gumam nya).
Iblis : Knapa sama Wahidil ??
Laki – laki 1 dan 2 : Makanan apaan tuh Wahidil !!! (Disela ribut – ribut antar Murtado dan Iblis).
Iblis : Udah lu ga usa ikut campur (Pesan nya pada kedua laki – laki tersebut).
Iblis : Terus gimana ni urusan kita ?? Lu kenapa ?? (Tanya nya).
Murtado : Gapapa…Lu atur aja dah … (Jengkel).
Iblis : Wahidil kan sarjana … Coba aja lu liat gelarnya S.Ag Tad… (Tandas nya).
Murtado : Ya… Sarjana Asal Goblek… (Ledeknya).
Iblis : Oooo…..Bukan Sarjana Agama toh !!! (Tegasnya).
Murtado : Bukan lah !! (Tegas murtado).
Iblis : Gw kira Sarjana Agama… Kampret juga tu orang… (Sedikit bingung).
Murtado : Kenapa ?? (Tanya nya).
Iblis : Gw diboongin dia berarti…. (Keluhnya).
Murtado : IDL … Itu mah … (Gumamnya).
Iblis : Idil maksudnya… (Tanya nya bingung).
Murtado : Itu Derita Lo … Pantesan aja di boongin Wahidil… Orang lu juga bloon … (Jelas nya dengan jengkel).
Iblis : Udahlah ga usah dibahas lagi… mending bahas masalah yang tadi aja…
Murtado : Ya udah lah gw mao balik … (Memotong pembicaraannya dan bergegas pulang).
Iblis : Ok Lu tunggu aja waktunya ok… (Tegasnya sambil berlalu).
Murtado : Terserah lah !
Keempatnya pun pergi meninggalkan tempat prostitusi tersebut dengan sedikit jengkel dihati dan benaknya masing – masing.
Setelah beberapa hari kemuadian Aku (Wahidil Qohar) menerima sebuah telepon dari Sang Iblis. Setelah kutangkap dari semua penjelasan sepihak oleh Sang Iblis maka, permohonan akan sebuah pertolongannya mengandung sebuah misi penting yang tak bisa ku tolak.
Dimana ketidak-terimaan Iblis pada sikap Murtado. Dan Iblis meminta ku tolong untuk membuatkan proposal undangan pada semuanua malaikat, Murtado dan Tuhan untuk mengadakan sebuah pertemuan singkat tenang keberadaan makhluk – mahluknya yang saling menyalahkan tersebut.